Skip to main content
Eks Striker Chelsea Jagokan Juventus Juara Liga Champions

Eks Striker Chelsea Jagokan Juventus Juara Liga Champions

Berada di grup D yang merupakan salah satu grup neraka Liga Champions 2017/2018, Juventus optimis bisa lolos ke babak 16 besar. Bahkan, salah satu mantan pemain Si Nyonya Tua pun yakin jika Juventus bakal menjadi kandidat juara Liga Champions nanti. Vialli jagokan Juventus karena tim asuhan Allegri tersebut memiliki catatan yang bagus selama tiga musim terakhir yakni berhasil masuk partai final liga teratas di Eropa tersebut.

 

Selain Juventus, Vialli juga menilai bahwa tim hebat lain seperti Real Madrid, Barcelona, Bayern Munchen, Chelsea, Manchester United dan Manchester City merupakan kandidat kuat pemenang Liga Champions musim 2017/2018. Namun, Vialli jagokan Juventus menjadi yang terbaik diantara klub favorit di benua biru tersebut.

 

Bukan tanpa alasan pendapat mantan striker Chelsea ini sebab Juventus memang memiliki skuad yang kuat dibawah asuhan Allegri. Sosok sang pelatih yang mampu membaca pertandingan dan memberikan solusi terbaik untuk para pemain di lapangan adalah kunci kemenangan Juventus. Menurut Vialli jagokan Juventus, tak ada kekurangan apa pun yang sanggup menghalangi Si Nyonya Tua meraih trofi bergengsi yang gagal didapatkan selama beberapa tahun terakhir ini.

 

Namun anggapan eks pemain Juventus yang kini berusia 53 tahun tersebut belum tentu benar melihat hasil klasemen sementara Liga Champions 2017/2018. Barcelona berhasil unggul di posisi puncak klasemen grup D setelah menghabisi nyawa Juventus dengan skor telak tanpa balas pada pertandingan pertama grup. Sedangkan Juventus baru berhasil memenangkan laga kedua saat melawan Olympiacos dengan skor akhir 2-0.

 

Kemenangan tersebut berhasil didapatkan Juventus dengan susah payah setelah Olympiacos menahan imbang pada babak pertama. Untung saja gol pemain pengganti, Gonzalo Higuain memecah kebuntuan permainan pada menit ke 69. Juventus pun berhasil meraih kemenangan setelah sang pemain anyar yang bergabung musim ini, Mario Mandzukic berhasil menambahkan koleksi gol setelah memanfaatkan bola liar Paulo Dybala.

 

Meski begitu, Vialli jagokan Juventus juara Liga Champions pun masih meragukan. Sebab posisi Juventus berada pada nomor tiga klasemen dibawah Sporting CP. Meski sama-sama mengoleksi tiga poin namun Juventus kalah dari jumlah gol dengan Sporting CP. Tentu anak asuh Allegri tersebut harus berjuang maksimal jika ingin lolos ke babak selanjutnya. Memiliki para pemain berbakat pun tak menjamin keberuntungan mereka pada gelaran Liga Champions.

 

Kita lihat saja apakah pendapat Vialli jagokan Juventus menangkan liga bergengsi ini benar-benar terbukti. Bisa saja sang klub hebat asal Italia tersebut harus merasakan kembali pengalaman pahit seperti ajang Liga Champions 2015 lalu. Ya, Juventus harus mengakui keunggulan Barcelona pada partai final. Tentu para pendukung Juventus tidak ingin merasakan pahit yang sama setelah tahun lalu pun digagalkan Real Madrid pada partai yang sama

Fabregas Memberi Kontribusi Besar Bagi 3 Klub Yang Pernah Ia Bela

Fabregas Memberi Kontribusi Besar Bagi 3 Klub Yang Pernah Ia Bela

powermadness.com – Cesc Fabregas mungkin merupakan salah satu pemain sepakbola tersukses di era ini meski tidak pernah terlihat memiliki peran spektakuler di sebuah tim. Fabregas yang kini berumur 30 tahun telah menjalani karir yang sebenarnya luar biasa di 3 klub besar; ia juga telah mencatat 110 caps bersama tim nasional Spanyol dan memenangkan 3 gelar turnamen internasional. Fabregas merupakan pemain Spanyol yang mencetak 2 gol kemenangan pada adu penalti di 2 turnamen Piala Eropa pada tahun 2008 dan 2012. Fabregas juga merupakan pemain yang memberi assist bagi gol Andres Iniesta yang membawa Spanyol menjadi juara Piala Dunia 2010.

 

Fabregas datang ke Arsenal di usia 16 tahun setelah dibeli dari Barcelona; ia menjalani debut bersama Arsenal pada laga Charity Shield tahun 2004 dengan mengalahkan Manchester United. Fabregas disebut – sebut menjadi sosok pemain yang mampu membawa ide sepakbola sempurna seorang Arsene Wenger ke lapangan hijau. Fabregas telah mencatat 70 assist di Liga Primer Inggris selama 7 musim membela Arsenal. Sayang sang pemain memutuskan untuk kembali ke Barcelona meski memperlihatkan performa sangat baik di musim terakhirnya bersama Arsenal di tahun 2011. Sayang kepulangan Fabregas di Barcelona tidak berbuah manis bagi sang pemain karena kesulitan bersaing dengan Xavi Hernandez, Andres Iniesta dan Sergio Busquets. Meski pihak Barcelona menyebut keputusan menjual Fabregas karena kontribusi yang terus menurun; peman tersebut sukses mencatat 42 gol dari 151 pertandingan yang dijalani dan sempat memenangkan 6 tropi selama 3 musim membela La Blaugrana.

 

Chelsea menjadi pilihan Fabregas ketika kembali ke Inggris meski banyak suporter Arsenal sangat berharap ia kembali ke klub yang membesarkannya. Manajer Jose Mourinho menyebut Fabregas dapat menjadi pemain yang memberi dimensi lain bagi permainan Chelsea. Hal itu terbukti dari kontribusi Fabregas sebagai elemen kreatif Chelsea yang sukses menjadi juara Liga Primer Inggris 2 kali dalam 3 musim. Fabregas mencatat rekor 18 assist di musim 2014/15 saat membawa Chelsea menjadi juara Liga Primer Inggris. Musim ini Fabregas hanya bermain 10 kali sebagai starter; namun tetap menjadi pembuat assist terbanyak Chelsea di angka 9. Kini Fabregas merupakan pemain di peringkat kedua sebagai pembuat assist terbanyak di Liga Primer Inggris di bawah seorang Ryan Giggs.

Tottenham Hotspur Dikalahkan West Ham United 1 – 0 Di Stadion Olimpiade London

Tottenham Hotspur Dikalahkan West Ham United 1 – 0 Di Stadion Olimpiade London

Peluang Chelsea untuk menjadi juara Liga Primer Inggris musim ini semakin besar; terutama setelah Tottenham Hotspur yang menjadi pesaing terdekat harus menelan kekalahan 1 – 0 atas West Ham United. Jika Chelsea sukses mengalahkan Middlesbrough dan West Bromwich Albion di 2 laga mendatang; maka tim asuhan Antonio Conte tersebut dipastikan menjadi juara musim ini. Tottenham Hotspur gagal mempertahankan catatan bagus berupa 9 kemenangan di 9 laga terakhir setelah menelan kekalahan tersebut. Setelah sempat memangkas selisih poin dengan Chelsea dari 10 menjadi 4; kini Chelsea sepertinya akan kembali menambah jarak mengingat Tottenham Hotspur akan menghadapi Manchester United pada laga berikutnya.

 

Manuel Lanzini menjadi pahlawan kemenangan West Ham United setelah mencetak satu – satunya gol pada laga tersebut. Stadion Olimpiade London yang kini digunakan sebagai tempat menjalani laga kandang bagi West Ham United memang sering disebut memberi kesialan bagi Tottenham Hotspur agen sbobet. Kemenangan 1 – 0 tersebut diakhiri dengan teriakan gembira manajer Slaven Bilic saat wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir. Sedangkan suporter West Ham United menyanyikan “I’m Forever Blowing Bubbles” dengan semangat tinggi yang jarang terdengar di musim ini. Tambahan 3 poin dari kemenangan atas rival kota London tersebut mengamankan West Ham United dari ancaman degradasi mengingat kini mereka naik ke peringkat 9 dengan perolehan 42 poin.

 

Tuan rumah West Ham United mengawali laga dengan baik; Lanzini dan Sam Byram sempat mendapatkan peluang melalui tendangan keras kaki kiri dan sundulan kepala. Tottenham Hotspur kemudian membalas dengan 3 peluang beruntun yang berhasil dimentahkan para pemain bertahan West Ham United. Ketegangan terjadi di menit 25 saat Lanzini berbenturan dengan Hugo Lloris. Kubu West Ham United menuntut hadiah tendangan penalti; namun wasit Anthony Taylor yang melihat Lloris menghalau bola terlebih dahulu sebelum berbenturan dengan Lanzini tidak menganggap kejadian tersebut sebagai pelanggaran. West Ham United baru memecah kebuntunan di menit 64 setelah memanfaatkan kelengahan lini belakang Tottenham Hotspur. Setelah beberapa kali gagal membuang bola; akhirnya bola jatuh ke kaki Lanzini yang mencetak gol dari jarak 6 yard.